
Ambarawa β Polres Semarang melalui kegiatan Bacaaja Goes to School mengajak generasi muda untuk lebih bijak dalam menggunakan ruang digital sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan pergaulan. Kegiatan yang mengangkat tema Cegah βIRET” (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme dan Terorisme) di Kalangan Gen-Z di Ruang Digitalβ tersebut dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026) di Aula SMA Negeri 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan diikuti sebanyak 168 peserta, terdiri dari 144 siswa dan 24 guru pendamping dari berbagai SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Semarang.

Kegiatan tersebut dihadiri Kabag SDM Polres Semarang mewakili Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo, S.I.K., M.Si., Kasat Binmas Polres Semarang beserta anggota Satbinmas, serta tim Bacaaja.co.
Puluhan sekolah dari berbagai wilayah di Kabupaten Semarang turut diundang, mulai dari wilayah Ungaran, Bergas, Pringapus, Bawen, Ambarawa, Bandungan, Banyubiru, Tuntang, Tengaran, Getasan, Jambu, Suruh hingga Kaliwungu.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber, yakni Iptu Yusuf selaku Katim Semarang Raya Satgaswil Jateng Densus 88, Luhut Segala selaku Ketua Peradi Semarang, serta Avik Rizal Fattah selaku praktisi media sosial dan radikalisme.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Kepala SMA Negeri 1 Ambarawa dan sambutan Kapolres Semarang yang diwakili Kabag SDM. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan foto bersama, ice breaking, pemaparan materi, diskusi dan tanya jawab.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, khususnya terkait perundungan atau bullying, cyberbullying, penggunaan media sosial serta berbagai bentuk pengaruh negatif di ruang digital.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai apa itu βIRETβ, dampaknya terhadap kondisi mental, prestasi belajar maupun hubungan pertemanan. Peserta juga diajak mengenali bahaya cyberbullying yang dapat terjadi melalui berbagai platform media sosial.
Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya kepedulian dan empati antarsiswa. Para peserta diarahkan untuk berani memberikan dukungan kepada teman yang mengalami perundungan, dikucilkan atau menjadi korban ejekan.
Siswa juga dibekali keterampilan praktis untuk menghadapi bullying, antara lain bagaimana menolak ajakan melakukan perundungan, menyampaikan laporan kepada guru atau guru BK, serta menjadi upstander yang berani membantu korban, bukan hanya menjadi bystander yang memilih diam.
Pembekalan juga diarahkan pada kemampuan mengelola emosi ketika berinteraksi di media sosial. Para siswa diingatkan agar tidak mudah terpancing oleh komentar, unggahan maupun informasi yang dapat memicu konflik, serta mampu menggunakan media sosial secara sehat, cerdas dan bertanggung jawab.
Tidak hanya membahas persoalan bullying dan ruang digital, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai radikalisme, terorisme dan intoleransi. Para siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk pengaruh dan modus rekrutmen yang dapat menyasar generasi muda melalui lingkungan pergaulan maupun ruang digital.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pelajar agar mampu mengenali berbagai upaya penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Generasi muda diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat memecah belah persaudaraan dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kegiatan semakin meriah dengan fun game serta materi dari Telkom mengenai penggunaan internet secara sehat. Peserta juga mendapatkan informasi mengenai peluang kerja bagi lulusan SMA dan SMK ke Jepang yang disampaikan oleh Kamisora.
Kegiatan Bacaaja Goes to School ini menjadi salah satu bentuk edukasi kepada generasi muda agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai kecakapan sosial dan digital. Para pelajar diharapkan mampu membangun lingkungan pertemanan yang sehat, saling menghargai, berani mencegah bullying serta bijak dalam memanfaatkan perkembangan teknologi.
Dengan adanya kegiatan tersebut, Polres Semarang berharap para pelajar dapat menjadi generasi yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, sekaligus memiliki ketahanan diri terhadap berbagai pengaruh negatif di lingkungan maupun ruang digital.
